perbedaan kurikulum 1994 sampai kurikulum 2013



PERBEDAAN ANTARA KURIKULUM 1994, KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK), KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN, DAN KURIKULUM 2013


OLEH



   Petrus Afris Wontaris


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
TAHUN 2017



RPP
KURIKULUM 1994




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata pelajaran             : Biologi
Kelas/Semester            : XI/2
Waktu                        : 1x45 Menit

STANDAR KOMPETENSI 
1.Siswa mampu menganalisis dan mengetahui reproduksi seksual pada tumbuhan

INDIKATOR
1.      Menjelaskan struktur reproduksi seksual pada tumbuhan
2.      Menjelaskan  proses reproduksi seksual pada tumbuhan

MATERI POKOK  DAN URAIAN MATERI
1.      Materi pokok               :Reproduksi
2.      Uraian materi              :Struktur dan cara reproduksi seksual
Organ yang berfungsi untuk reproduksi dikenal dengan sebutan konus/strobilus. Di dalam konus jantan banyak antheridium mengandung sel-sel induk butir serbuk. Masing-masing sel butir serbuk membelah (secara meiosis) menghasilkan 4 butir serbuk bersayap. Pada konus betina : Terdapat banyak archegonium. Mengandung satu sel induk lembaga. Membelah secara meiosis. Menghasilkan 4 sel haploid (3 mati dan sel telur).

Proses Penyerbukan dan Pembuahan

            Pada bunga  terdapat serbuk sari kemudian jatuh pada tetes penyerbukan (ujung putik) lalu menuju  buluh serbuk kemudian  membelah menuju inti tabung dan inti spermatogen pada  inti spermatogen akan  membelah menjadi dua inti sperma kemudian membuahi sel telur di dalam ruang arkegonium menjadi zigot maka terbentuk  lembaga di dalam biji lalu menjadi tumbuhan baru.
Perkembangbiakan secara  Seksual dapat dibedakan sbb:
1.      Isogami
2.      Anisogami
3.      Oogami
4.      Gametangiogami
5.      Somatogami
6.      Spermatisasi
STRATEGI PEMBELAJARAN
Ø  Metode               
a)      Ceramah                                  d. Demonstrasi
b)      Tanya jawab
c)      Diskusi/persentasi
Langkah – langkah pembelajaran
NO
Skenario pembelajaran
Alokasi waktu
1
Kegiatan awal / pembuka
·      Guru mengucapkan salam pembuka, memberikan apersepsi. Guru bertanya kepada siswa “Dirumah kalian pasti mempunyai tanaman, tanaman apa saja? Coba sebutkan? Untuk mempertahankan dan melestarikan keturunan menggunakan cara apa? Reproduksi yang terjadi dengan peleburan 2 sel disebut apa? ”Reproduksi seksual pada tanaman”
 (1  Menit)
·      Guru menyebutkan topik materi dan indikator yang ingin dicapai.(1 Menit)



2 menit
2
Kegiatan inti
v  Guru menjelaskan/menyampaikan materi yang dibahas sesuai dengan indikator.(1 Menit)
v  Guru mendemonstrasikan tentang struktur/bagian bunga dan proses penyerbukannya (3 menit)
v  melihat sedikit cuplikan video tentang reproduksi seksual (2 menit)
v  Guru membagi kelas menjadi 2 kelompok secara heterogen.(1 menit)
v  Guru memberi LKPD, lalu siswa saling bekerjasama untuk menemukan jawaban tentang word square. Setelah selesai berdiskusi masing – masing perwakilan kelompok mengarsir hasil diskusi didepan kelas. (3 menit)




40 Menit

 Kegitan penutup
v  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, jika belum jelas.(1 menit)
v Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah disampaikan dan guru memperkuat kesimpulan (1 Menit)
v  Guru memberikan post test(1 Menit).
v  Aplikasi “Bapak berpesan jaga dan rawatlah tanaman dan bunga disekitar kalian karena banyak manfaatnya, Lingkungan akan terlihat indah apabila terdapat tanaman dan bunga yang terawat
v  Penugasan untuk siswa “ kalian buat resum tentang angiospermae dan gymnospermae tulis tangan minimal 2 lembar
v  Penutup



 3 Menit

MEDIA PEMBELAJARAN
Ø  Papan tulis
Ø  Buku paket SMA Kelas XI
Ø  LCD/Laptop/video
Ø  Macam-macam bunga
SUMBER PEMBELAJARAN
1.      Drs.Rusdi.dkk.biologi kelas 3 Jilid 3 SMP kurikulum 1994. Seribu pena, PT Erlangga (hal:16-21)
3.      Drs.Istamar syamsuri,dkk.Biologi SMA untuk semester 2
PENILAIAN






RPP
KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
(KBK)




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah                   :SMA N 2 TELUK KERAMAT
Mata pelajaran                 :Biologi
Kelas/Semester                  :XI /1
Alokasi waktu                   :2 X 45 menit

Standar Kompetensi             :Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia,   kelainan / penyakit yang mungkin terjadi.
Kompetensi Dasar                :Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi dan   proses, kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem gerak pada manusia.
.
 Materi Pembelajaran
Materi Pokok         : Sistem Gerak Pada Manusia
Sub materi              : Tulang
A.      Tulang
Tulang  adalah jaringan yang tersusun oleh sel dan merupakan alat gerak pasif karena digerakkan oleh otot. Akan tetapi tulang mempunyai peranan penting karena gerak tidak akan terjadi tanpa tulang.
1.         Jenis – jenis Tulang
a)     Tulang Rawan ( Kartilago)
Tulang rawan bersifat bingkas dan lentur serta terdiri dari sel – sel, tulang rawan yang menghasilkan kondrin sebagai matrik. Jaringan tulang rawan pada orang dewasa banyak mengandung matrik, sedangkan jaringan tulang rawan pada anak – anak banyak mengadung sel – sel sehingga tulang rawan pada anak – anak lebih lentur. Tulang rawan pada orang dewasa terdapat dicuping hidung, antar tulang rusuk, dan tulang dada, sendi – sendi tulang belakang.
b)     Tulang Keras (Osteon)
Tulang bersifat keras dan berfungsi menyusun berbagai sistem rangka.
Ø  Sel – sel penyusun tulang keras:
  Osteosit, yaitu sel – sel tulang dewasa.
  Osteoblas, yaitu sel tulang muda yang akan membentuk ostoesit.
  Osteoklas, yaitu sel yang berfungsi untuk perkembangan, pemeliharaan, perawatan, dan perbaiakn tulang.
  Osteoprogenator, yaitu derivat mesenkim yang memiliki kemampuan berdeferensiasi menjadi osteoblas.
2.         Pembentukan dan Pertumbuhan pada Tulang
Pertumbuhan tulang, yaitu rangka pada manusia terbentuk pada akhir bulan kedua atau awal bulan ketiga pada waktu perkembangan embrio.
Pembentukan tulang terjadi segara setelah terbentuk tulang rawan        ( kartilago). Kartilago dihasilkan dari sel –sel mesenkima (jaringan embrional). Setelah kartilago terbentuk, bagian dalamnya akan berongga dan terisi osteoblas. Osteoblas juga menempati jaringan seluruhnya dan membentuk sel –sel tulang. Osteoblas berfungsi sebagai membentuk sel tulang. Disekeliling sel – sel tulang terbentuk senyawa protein yang akan menjadi matrik tulang. Di dalam senyawa protein terdapat pula senyawa kapur dan posfor,  sehingga matrik tulang akan mengeras. Proses penulangan disebut osifikasi.
3.         Macam – Macam Bentuk Tulang
Berdasarkan bentuknya tulang dapat dibedakan menjadi empat macam sebagai berikut:
1.    Tulang Pipa
Tulang pipa berbentuk tabung dan pada umumnya berongga, misalnya tulang kering, tulang hasta, tulang pengumpil, dan tulang betis. Tulang pipa terbagi atas bagian – bagian sebagai berikut:
   Epifisis, yaitu kedua ujung tulang yang terdiri dari tulang rawan.
   Diafisis, yaitu bagian tengah yang memanjang.
   Cakra epifisis, yaitu bagian sempit diantara epifisis dan diafisis. Pada orang dewasa cakra epifisis sudah mengalami penulangan sehingga tidak dapat bertambah panjang.
2.    Tulang Pipih
Tulang Pipih tersusun atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons. Kebanyakan tulang pipih menyusun dinding rongga, sehingga tulang pipih ini berfungsi sebagai pelindung atau untuk memperkuat. Contohnya : tulang rusuk, tulang tenggorak, tulang belikat.
3.    Tulang Pendek
Bentuk seperti dadu atau pendek tidak beraturan. Contohnya pangkal kaki, ruas jari, pangkal lengan, dan ruas – ruas tulang belakang.
4.    Tulang Tak Terbentuk
Tulang Tak Terbentuk memiliki bentuk yang tidak tentu. Tulang ini terdapat di wajah dan tulang belakang.
Fungsi Tulang:                                                                                                                
Fungsi tulang antara lain :
   Memberi bentuk tubuh.
   Melindungi alat tubuh yang vital.
   Menahan dan menegakkan tubuh.
   Tempat perlekatan otot.
   Tempat menyimpan mineral terutama kalsium dan fosfor.
   Tempat menyimpan energi, yaitu berupa lemak yang ada disumsum kuning.

Metode Pembelajaran
·         Ceramah, Tanya Jawab dan Diskusi
Model Pembelajaran
·    Koopratif Tipe Think Pair and Share (TPS)
Langkah-langkah Model pembelajaran koopratif tipeThink Pair and Share (TPS)
1.      Guru menulis topik pembelajaran.
2.      Guru menulis tujuan pembelajaran.
3.      Guru memberikan penjelasan singkat tentang materi yang akan dipelajari.
4.      Guru membagi siswa dalam kelompok kecil dengan anggota 2 orang dan memberikan tugas kepada semua kelompok,
5.      Guru membagikan bahan diskusi untuk masing – masing kelompok.
6.       Guru memberikan waktu diskusi selama 20’ kepada setiap kelompok.
7.      Guru meminta untuk setiap anggota mempresentasikan hasil diskusinya ke kelompok yang lain.
8.      Guru membimbing jalannya diskusi dan memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk berpendapat.
9.      Guru dan peserta didik membuat kesimpulan.

Langkah-langkah Pembelajaran                                                                                                                                    
A.  Kegiatan Awal

Guru

Peserta Didik
Karakter yang di inginkan
 Memotivasi siswa dengan pertanyaan “Kalian berangkat sekolah pakai apa?”
  Menjawab pertanyaan guru dengan harapan menjawab “jalan kaki”.
Keseriusan

Kejujuran
 Melanjutkan pertanyaan “apa yang menyebabkan kita bisa bergerak”?
  Menjawab pertanyaan guru dengan harapan menjawab “  adanya tulang dan otot”
Keseriusan

 Melanjutkan pertanyaan” apa tulang sebagai alat gerak?”
  Menjawab pertanyaan guru dengan harapan menjawab “ya”.
Keseriusan

 Menulis topik yang akan dipelajari, yaitu “Sistem Gerak pada Manusia”
  Menulis topik pembelajaran  pada buku catatan.
Keseriusan

 “ Berkaitan dengan materi, Sistem Gerak pada Manusia, maka hari ini kita akan membahas  mengenai Tulang”.
  Mendengarkan
penjelasan guru.
Kedisiplinan

B.  Kegiatan Inti

Guru

Peserta Didik
Karakter yang di inginkan
 Memulai pemberian materi.
 Mendengarkan penjelasan guru.
Kedisiplinan
 Meminta siswa untuk berpasangan dengan teman sebangku ( kelompok 2 orang.) untuk berdiskusi.
 Mengikuti perintah.
Kedisiplinan
 Guru membagi bahan diskusi berupa (LKPD) kepada setiap kelompok.
 Menerima bahan diskusi.
Kedisiplinan
 Meminta peserta didik mengerjakan LKPD.
 Mengerjakan LKPD.
Kedisiplinan
 Memberikan waktu sebanyak 20’ pada setiap kelompok
untuk memulai.
 Melaksanakan diskusi sesuai petujuk guru.
Kedisiplinan
Pemahaman dan
Penguasaan
materi
 Meminta peserta untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
 Presentasi ke depan.
Kedisiplinan
 Menghentikan kegiatan diskusi kelompok dan melanjutkan ke diskusi kelas dengan kesempatan untuk setiap siswa mengeluarkan pendapatnya.
 Memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi.
Berani
Mengeluarkan pendapat dan menghormati perbedaan pendapat
                                                                                   
C.   Kegiatan Akhir

Guru

Peserta Didik
Karakter yang di inginkan
  Memberikan kesimpulan dan evaluasi dari hasil diskusi yang telah dilakukan.
  Mendengarkan penjelasan guru.
Kedisiplinan

 Menanyakan pembahasan materi yang belum dipahami siswa.
 Memberi tanggapan pada pertanyaan guru.
Kedisiplinan

  Memberikan tugas individu untuk pengetahuan pemahaman siswa dengan mengerjakan tugas di rumah.
 Melaksanakan tugas dari guru.
Kedisiplinan

Sumber Belajar                         
Pratiwi, D. A., dkk . 2004. Buku Penuntun Biologi SMA untuk Kelas XI XI. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Campbell, Neil A., Jane B. Reece, dan Lawrence G. Mitchell. 2003. Biologi. Jilid1.Jakarta : Erlangga.
X.   Bahan atau Alat Presentasi
·      Alat Tulis
·      Rangka/ Tengkorak Manusia
·      LKPD

XI.   Penilaian
1.    Penilaian proses belajar peserta didik
2.    Penilaian terhadap LKPD
3.    Evaluasi terhadap tugas rumah
































RPP
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
(KTSP)












RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Nama Sekolah                   :   ........................
Mata Pelajaran                 :   Biologi
Kelas/Semester               :   X (Sepuluh)/ 1
Pertemuan                         :   1
Alokasi Waktu                  :   1 jam pelajaran

Standar Kompetensi :  1.   Memahami hakikat Biologi sebagai ilmu

Kompetensi Dasar     :  1.1 Mengidentifikasi ruang lingkup Biologi
Tujuan                                 : Siswa dapat merumuskan ciri-ciri makhluk hidup. (nilai yang                 ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu,            Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli        lingkungan);
  Karakter siswa yang diharapkan  : 
§  Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.
  Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif   : 
§  Percaya diri, Berorientasi tugas dan hasil.

I.                    Indikator Pencapaian Kompetensi
·         Mendeskripsikan karakteristik Biologi sebagai ilmu
·         Menyimpulkan ciri-ciri makhluk hidup

II.                  Materi Ajar
·         Pengertian Biologi sebagai ilmu
·         Ciri-ciri makhluk hidup

III.                Metode Pembelajaran
·         Pengamatan-diskusi

Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
·        Mengamati ciri-ciri makhluk hidup.
·        Menemukan gejala/fenomena yang menjadi objek biologi
·     Siswa Menyimpulkan ciri-ciri makhluk hidup.

IV.                Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 (1 jam pelajaran)
A.      Kegiatan awal (5 menit)
·         Guru menanyakan kepada siswa beberapa benda yang biasa di jumpai oleh siswa.
·         Siswa diminta mengidentifikasi benda yang termasuk makhluk hidup dan benda mati.
B.      Kegiatan inti (30 menit)
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
·         Guru menanyakan alasan benda-benda tertentu dianggap sebagai makhluk hidup. (nilai yang                 ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli             lingkungan);
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
·         Siswa mengidentifikasi berbagai ciri/sifat makhluk hidup yang dapat teramati. (nilai yang                 ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli             lingkungan);
·         Guru menambahkan beberapa ciri yang tidak dapat teramati. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli                 lingkungan);
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:
·         Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.);
·         Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.)
C.      Kegiatan akhir (10 menit)
·         Guru bersama siswa menyimpulkan ciri-ciri makhluk hidup sebagai objek biologi. (nilai yang                 ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli             lingkungan);

V.                  Alat/Bahan/Sumber
·         Buku Kerja Biologi IA, Esis
·         Buku Biologi SMA Kelas X, Esis, Bab I
·         Berbagai makhluk hidup dan benda mati yang ada di sekitar sekolah

VI.                Penilaian
·         Uji kompetensi tertulis (dilaksanakan bersama dengan KD 1.2)

                                                                                                                                ...............,...................
Mengetahui
Kepala SMA                                                                                                       Guru Mata Pelajaran

.............................................                                                                    ............................................
NIP/NIK.                                                                                                              NIP/NIK.





















RPP
KURIKULUM 2013









RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) 8
KINGDOM MONERA














OLEH:
Petrus Afri Wontaris
NPM: 1401842050022





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
TAHUN 2017





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan
: SMA Negeri 5 Denpasar
Mata Pelajaran
: Biologi
Kelas/Semester
: X Ipa 9/ 1
Materi Pokok
: Kingdom Monera
Sub Materi
: Cyanobacteria
Pertemuan Ke
: 13
Alokasi Waktu
: 2 X 45 Menit

 

A.    KOMPETENSI INTI
KI 1
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3
Memahami, mene-rapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
B.     KOMPETENSI DASAR
3.5

Menganalisis struktur dan cara hidup bakteri serta  perannya dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat
4.5
Menyajikan data tentang ciri-ciri dan peran bakteri dalam kehidupan berdasarkan hasil studi literatur dalam bentuk laporan tertulis
C.    INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
3.5.1
Siswa dapat menganalisis ciri-ciri cyanobacteria berdasarkan tempat hidup
3.5.2
Siswa dapat menganalisis peranan cyanobacteria dalam kehidupan
D.    TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan pembelajaran, diskusi kelompok, dam kegiatan presentasi di harapkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaaan, memberi saran, dan kritik, serta mampu:
3.5.1.1
Siswa dapat menganalisis  ciri-ciri cyanobacteria berdasarkan tempat hidup
3.5.2.1
Siswa dapat menganalisis peranan cyanobacteria dalam kehidupan


E.     MATERI PEMBELAJARAN
1.      Materi Faktual
Gambar cyanobacteria dalam kehidupan










2.      Materi konsep
·         Pengertian cyanobacteria
·         Fungsi Trikoma pada cyanobacteria
1.      Heterosista
2.      Akinet
3.      Baeosit
·       Struktur sel bakteri
·       Cara hidup sel bakteri
·       Reproduksi cyanobacteria
·       Contoh dan peranan cyanobacteria
F.     MODEL/ METODE/PENDEKATAN PEMBELAJARAN
·       Model Pembelajaran          : Student Team Achievement Division (STAD)
·      Metode Pembelajaran         : Cooperatif Learning
·      Pendekatan                                     :Pendekatan ilmiah (scientific approach)


G.    LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan

Alokasi Waktu
Pendahuluan
1.      Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam pembuka dan siswa membalas salam  Guru.
2.      Guru mengecek kehadiran siswa dan menanyakan kesiapan siswa untuk menerima pelajaran.
3.      Guru bersama siswa berdoa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
4.      Guru memberikan apersepsi “kelompok bakteri  apa yang dapat berfotosintesis?dan motivasi.
5.      Guru menjelaskan kompetensi dasar dan indicator pencapaian kompetensi terkait materi klasifikasi dan peranan bakteri.
 10 Menit
Kegiatan Inti
Tahap 1. Menyajikan informasi
a. Mengamati
1.   Guru menayangkan  gambar tentang struktur sel cyanobacteria.
2.   Guru bersama siswa mengidentifikasi tentang bagin-bagian sel cyanobacteria
3.   Guru memberi pertanyaan dengan meminta siswa menyebutkan bagian-bagian sel cyanobacteria.
 Tahap 2. Mengorganisasi siswa ke dalam kelompok belajar
1.   Guru mengorganisasi kelompok menjadi 7 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang
2.   Siswa membentuk kelompok sesuai dengan arahan guru
3.   Garu membagikan lembar diskusi kepada masing-masing kelompok
4.   Siswa bersama kelompok membaca petunjuk kegiatan diskusi

Tahap 3.  Membimbing kelompok belajar
1.   Guru mendampingi siswa untuk berdiskusi selama proses pembelajaran
2.   Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya terkait cyanobacteria.
3.   Siswa mengumpulkan data/informasi dari berbagai sumber mengenai cyanobacteria.
4.   Guru memfasilitasi peserta didik dalam melakukan diskusi sambil menilai kinerja kelompok.

Mengkomunikasikan
1.   Guru menunjuk perwakilan kelompok untuk mempresentasikan laporan hasil diskusi kelompoknya, kelompok lain memperhatikan dan menanggapi presentasi rekan yang lain
2.   Garu memfasilitasi berlangsungnya proses diskusi dengan menunjukkan media gambar dan power point.
3.   Guru memberikan penguatan kembali mengenai sel cyanobacteria


Tahap 4. Evaluasi dan penghargaan Kelompok
1.   Siswa bersama guru mengevaluasi proses berjalannya diskusi
2.   Siswa kembali ke tempat duduk semula untuk mengerjakan soal evaluasi yang diberikan oleh guru dengan disiplin
60 Menit
Penutup
1.   Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang sudah dibahas yaitu tentang sel cyanobacteria.
2.   Guru menginformasikan materi pelajaran pada pertemuan berikutnya yaitu jamur.
3.   Guru bersama peserta didik menutup pelajaran dengan doa sesuai kepercayaan masing-masing
20 menit

H.    ALAT, MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
a.    Alat : LCD proyektor, laptop, papan tulis, spidol, penghapus, papan    tulis.
b.    Media Pembelajaran:
1.      Gambar bakteri cyanobacteria
2.      Power point tentang bakteri
3.      Lembar kegiatan siswa (terlampir)
c.    Sumber belajar
1.         Imaningtyas. 2014. Biologi Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta:  Erlangga.
2.         Ferdinand, fictor. 2009. BSE Untuk SMA/MA Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Nasional.
3.         Budiati, Herni.2009. BSE Untuk SMA/MA Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Nasional.

I.       PENILAIAN HASIL BELAJAR
1.      Kompetensi pengetahuan

a.       Teknik penilaian          : Tes tulis
b.      Bentuk instrument      : soal evaluasi ( terlampir)
2.      Kompetensi keterampilan
a.      Teknik penilaian
: observasi
b.      Bentuk instrument
:lembar observasi keterampilan berkelompok (terlampir)
3.      Kompetensi sikap
a.       Teknik penilaian          : observasi
b.      Bentuk instrument      : lembar observasi sikap (terlampir)


Denpasar,  3 Oktober 2017
 










PERBEDAAN ANTARA RPP KURIKULUM K94, KBK, KTSP, dan  K13
NO
K94
KBK
KTSP
K13
1
Identitas
a. Mata pelajaran
b.Kelas
c.  Waktu

Identitas
a.   Mata pelajaran
b.   Materi pokok
c.   Siklus pembelajaran
d.  Kelas/semester
e.   Alokasi waktu
Identitas
a.    Nama sekolah
b.   Mata pelajaran
c.    Kelas/semester
d.   Alokasi waktu
e.    Standar kompetensi
f.    Kompetensi dasar
g.   Tujuan
Identitas
a.   Satuan pendidikan
b.   Mata pelajaran
c.   Materi pokok
d.  Pertemuan ke
e.   Alokasi waktu
2.
Tidak ada SK
Standar kompetensi

Tidak ada SK
Tidak ada
3.
Tidak ada KI
Tidak ada KI
Tidak ada KI
Kompetensi inti
4.
Tidak ada KD
Kompetensi dasar
Tidak ada kd
Kompetensi dasar
5.
Indicator pencapaian kompetensi

Tidak ada indicator
Indicator pencapaian kompetensi
Indicator pencapaian kompetensi
6.
Tidak ada Tujuan pembelajaran
Tidak ada Tujuan pembelajaran
Tidak ada Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran
7.
Materi
Indicator bahan dan pebelajaran
Materi ajar
Materi pembelajaran
8.
Tidak ada
Metode pembelajaran
Metode pembelajaran
Model,metode,pendekatan pembelajaran
9.
Scenario
Kegiatan pembelajaran
Langkah – langkah pembejaran
Langkah – langkah pembelajaran
10.
sumber belajar
Sumber dan media pembelajaran
Alat,bahan,dan sumber
Alat,media, dan sumber belajar
11
Instrument penilaian
Penilaian/ assesment
Penilaian
Penilaian hasil belajar




PERBEDAAN ANTARA PENILAIAN KURIKULUM K94, KBK, KTSP, dan  K13
NO
K94
KBK
KTSP
K13
1
Produk dan proses ditentukan dari materi
Produk ditentukan dari materi ,produk di tentukan terpisah
Produk ditentukan dari materi ,produk di tentukan terpisah
Materi dan proses di turunkan dari produk
2.
Focus pada ranah pengetahuan
Mapel berkontribusi pada kompetensi tertentu
Mapel berkontribusi pada kompetensi tertentu
Mapel berkontribusi pada semua ranah kompetensi
3.
Cara penilaian menggunakan penilaian acuan normative(PAN)
Penilaian berdasarkan kriteria SK/KD
Penilaian berdasarkan kriteria SK/KD
Cara penilaian menggunakan penilaian acuan patokan (PAP)dada KKM
4.
Menekankan pada kemampuan kognitif
Penilaian mencangkup tiga aspek kognitif, psikomotorik dan afektif
Penilaian mencangkup tiga aspek kognitif, psikomotorik dan afektif
Penilaian atentik yang meliputi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
5.
Bahan penilaian didasarkan pada tujuan perkelas dan persemester
Didasarkan pada materi yang benar-benar relefan dengan kompetensi yang harus di capai siswa
Penilaian didasarkan pada KD yang di penuhi oleh siswa
Penilaian di dasarkan pada  autentiik (input,proses,, dan output)






PERBEDAAN ANTARA MODEL KURIKULUM K94, KBK, KTSP, dan  K13
NO
K94
KBK
KTSP
K13

Kegiatan belajar cenderung didalam kelas, mengejar target berupa materi yang harus dikuasai, berorientasi kognitif. menggunakan model pembelajaran CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif).  Metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar dengan ceramah
Pada kurikulum berbasis kompetensi, prinsip-prinsip kegiatan belajar
mengajar (KBM) menekankan pada belajar yang berpusat pada peserta didik,
ntuk menciptakan komunitas peserta didik yang mahir (creating
communities of expert learners), contoh model pembelajaran
Small group discussion,  role play and stimulation, case study, discovery learning, self directed learning, cooperative learning,collabotave learning, contecxual instruction,PBL,PjBL
prinsip-prinsip KTSP dalam pelaksanaan pembelajaran, yaitu:
1.      Pembelajaran Langsung;
2.      Pembelajaran Kontekstual;
3.      Pembelajaran Berbasis Masalah;
4.      Pembelajaran Kooperatif.
Model pembelajaran yang digunakan adalah cooperative learning seperti Student Teams-Achievement Division, Group Investigation, jigsaw ,collabotave learning, contecxual seperti( inquiry), starting point
Kurikulum 2013 menggunakan 3 (tiga) model yang diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Ketiga model tersebut adalah: model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning), model Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning), dan model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning). Disamping model pembelajaran di atas dapat juga dikembangkan model pembelajaran Production Based Education (PBE)












Komentar

Postingan Populer